Ketua Ganjarian Spartan DKI, Anggiat : Jangan Berbohong Dengan Kata Gratis

By Admin


nusakini.com - Jakarta, 7 Januari 2024. Penduduk miskin sering kali menjadi pembicaraan hangat. Apalagi sejak 2023 hingga saat ini adalah masa pemilu, baik untuk pemilihan presiden dan wakli presiden, anggota legislatif dari tingkat kabupaten/kota hingga tingkat nasional, sampai pemilihan anggota dewan perwakilan daerah. Tema kemiskinan mengisi diskusi ruang-ruang publik hingga media sosial. 

Di Propiinsi DKI Jakarta, menurut data dari PBS, presentasi penduduk miskin adalah sebesar 4,44% atau sebanyak 477ribuan penduduk pada tahun 2023. Turun sebesar 0,25 dari tahun 2022 yang mencatat 4,69% atau sebanyak 502ribuan penduduk. Bagi propinsi sekelas kota metropolitan, tentu saja angka ini sangat memprihatinkan. Selain karena angkanya yang masih sangat tinggi, faktor kesenjanngan sosial yang sangat tajam menghantui perjalanan perkembangan Ibukota Negara Indonesia.

Pada Minggu 7 Januari 2024, di 10 titik di Jakarta, KRAPU (Konco Rambut Putih), Ganjarian Spartan dan beberapa organ relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengadakan kegiatan tebus murah paket sembako secara serentak. “Hari ini kami sebar sebanyak 3000 paket sembako murah di 10 titik di Jakarta. Ini adalah kali keempat kami mengadakan kegiatan tebus murah sembako. Kami sudah sediakan sedikitnya 50ribu paket sembako yang akan kami sebar di Jakarta. Jika dirasakan kurang, kami akan berupaya terus menambah jumlah ini” tegas Danang Girindra Wardana selaku ketua umum KRAPU. 

Paket tebus murah sembako yang diinisiasi oleh KRAPU, Ganjarian Spartan dan belasan organ relawan Ganjar Pranowo - Mahfud MD lainnya ini adalah, tebus murah sembako yang terdiri dari 2,5kg beras dan 1 liter minyak goreng seharga Rp50ran ditebus atau dibeli dengan harga Rp5rb.

“Kami adalah relawan yang paham dengan kondisi dan keadaan masyarakat. Kami tidak menggratiskan sembako yang kami sebar, karena kami sangat menghargai masyarakat. Kami percaya, masyarakat kita itu mandiri. Masyarakat kita punya keinginan kuat untuk dapat hidup diatas kakinya sendiri. Dengan cara tebus murah, kami tidak saja membantu masyarakat yang kurang beruntung, tapi kami juga memelihara marwah masyarakat Indonesia yang mandiri”, pungkas Danang.

Anggiat Tobing, SH, Ketua Komando Teritori Ganjarian Spartan DKI Jakarta yang hadir dalam kegiatan tebus murah di Jl. H. Baping, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur memberi penjelasan bahwa kegiatan tebus murah ini sangat membantu masyarakat, khususnya masyarakat miskin kota. “Dengan uang sebesar Rp5rb, masyarakat akan mendapat 2,5kg beras premium dan 1 liter minyak goreng bermerek. “Beras dan minyak gorengnya bukan kualitas curah. Kualitasnya sangat baik, sangat aman dikonsumsi. Ini adalah gerakan solidaritas, gerakan menjaga tetangga sebagaimana yang pak Ganjar lakukan dengan program “jogo tonggo” saat beliau masih mempimpin Jawa Tengah”, tegas Anggiat kepada awak media.

“Kita sering dengar bahwa pemilu adalah pesta demokrasi bagi rakyat. Yang namanya pesta, harusnya kita semua riang gembira sambil tetap menjaga marwah masyarakat. Jika semua program dirancang gratis, gratis dan gratis bukan saja kita tanya uangnya dari mana, tapi satu sisi itu menjerumuskan masyarakat sendiri. Masyarakat menjadi malas dan sangat bergantung dari sipemberi. Padahal uangnya bersumber dari keringat dan pembayaran pajak rakyat. Jangan berbohong dan mengumpat dengan kata gratis”, jelas Anggiat.

“Ini adalah program sosial dengan tetap menjaga marwah masyarakat agar bisa keluar dari jurang kemiskinan. Kami juga mensosialisasikan program-program dari Ganjar-Mahfud kepada masyarakat. Program yang menurut kami sangat rasional dan bisa dengan segera untuk dijalankan”, tutup Anggiat. (*)